Dua Gadis PKL SMKN1 Sumenep Punya Mimpi yang Menggoda

oleh -4 Dilihat
KIMKARYAMAKMUR.COM, Pragaan – Gadis cantik pada gambar ini dipanggil Sofi. Nama panjangnya Ila Sofiyanti. Gadis yang sedang menjalankan tugas PKL (Praktek Kerja Lapangan) di kantor Kecamatan Pragaan ini masih berumur sangat belia yaitu 17 tahun, masih seger seger nya sebagai seorang gadis dengan segala mimpi dan harapan untuk meraih masa depan pendidikannya. Tanggal lahirnya 23 April 205, lahir dari seorang ayah Ahmad Hunaifi dan Ibu Anisah yang beralamat di dusun Maronggi Laok Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep.
Saat ini adik cantik ini sudah sekitar dua bulan menjalankan masa praktek kerja lapangan di kantor Pragaan, sebagai upaya untuk menyerap pendidikan terapan agar dapat dikawinkan dengan ilmu pengetahuan yang dia peroleh di bangku sekolah. Sekolahnya di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 1 Sumenep jalan Trunojoyo Nomor 298 Patean Sumenep. 
Praktek yang ia jalani tidak sendirian, ia menjalankan praktek belajar dengan gadis cantik yang lain yaitu Siti Lailatun Syamsuriyah, dipanggil Lia, sebuah nama panggilan yang ia sandang sejak lahir. 
Banyak orang mengira bahwa dua gadis cantik bersaudara, padahal tidak. Ya, karena raut wajahnya rada rada sama. Ternyata Ria lahir dari seorang ayah bernama Syamsuri dan Ibu Sulaiha. Ia merupakan anak pertama dari tiga orang bersaudara, adiknya bernama Siti Raudhatul Jannah masih berada di bangku kelas 4 sedangkan adiknya masih berumur 3 tahun. Beralamat di Dusun Maronggi Daya Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan Sumenep 
Saat ditanya apa citanya, Sofi gadis yang mengambil jurusan akuntasi ini bercita cita ingin menjadi karyawan di perbankan. Menurutnya bekerja di bank selain keren juga bisa membantu warga di bidang permodalan.
“Saya bercita cita bekerja di bank, entah kedepannya tak ada yang tahu nasib kita. Minimal pengetahuan yang saya dapat bisa untuk membantu warga di bidang pengelolaan modal. Kan bantuan warga akar rumput kebahagiaan tersendiri,” ujarnya sambil tersenyum pada Haris Senin (26/09/2022).
Berbeda dengan rekannya, Ria, gadis yang nampak polos dan pendiam ini mengaku ingin jadi perawat, bekerja di rumah sakit membantu warga agar sehat.
“Katanya, kesehatan itu modal utama pembangun. Kalau sehat kita bisa ngelakuin apa saja, bisa bantu bangsa. Nah saya sih pengen kerja disitu, meski nasib belum tahu juga kan,” ujarnya seolah tersipu malu.
Selain dua gadis cantik ini juga ada dua cowok ganteng lainnya yang juga kerja praktek di kantor Kecamatan Pragaan, namanya Firmansyah asal desa Kapedi dan Moh. Iqbal asal desa Aeng Panas Kecamatan Pragaan Sumenep.
Sofi punya hobi suka menyanyi, baca baca status sosial media serta mengaku suka membantu orang tua. Ibunya yang sehari hari bekerja jualan rujak, bakwan, dan sosis serta aneka minuman seger, disebutnya tak tega kalau ibunya harus bekerja sendiri.
“Ya, habis ngantor di kecamatan saya selalu bantu ibu jualan. Belajar patuh pada orang tua, agar hidup kita barokah,” ujarnya pada KIM Karya Makmur, senyum manisnya tidak pernah usai. 
Sementara Sofi juga mengaku punya ayah yang setiap hari bekerja sebagai Satpam Kantor Pegadaian di Kecamatan Guluk Guluk. Ia sangat mengagumi sosok seorang ayah yang selalu hadir dalam hidupnya. 
“Ayahku adalah segalanya bagiku, ayah mengajarkan banyak hal terutama bersikap kebal dalam mengarungi kehidupan. Ayah juga tajir ngasih duit untuk keperluan sekolah, dan sehari hari” jelasnya mengagumi kepedulian ayahnya.
Sementara Ria, mengaku ibunya bekerja sebagai karyawati sebuah perusahaan rokok di Pamekasan. Sementara ayahnya sebagai pelayan toko di Surabaya. Meski jarang ketemu dengan sosok ayah tapi ia begitu hormat dan takdzim pada ayahnya.
“Ayahku juga baik kok sama aku, bahkan selalu dimanja untuk hal hal aku butuhkan. Pokoknya ayah is the best dech buat aku,” jelasnya sambil membetulkan jilbabnya.
Keduanya mengaku akan segera mengakhiri masa PKL nya dalam waktu dekat, sudah diujung hari, tinggal 4 (empat) hari lagi. Banyak kesan kesan selama keduanya ada di kantor kecamatan Pragaan. Bu Inniwati sebagai Kasi Pelayanan Kantor Kecamatan tempat dia mengadu selama ini disebutnya sebagai pribadi yang disiplin dan penyayang.
“Kita sering diajarkan disiplin dalam kebersihan dan kesehatan, diajarin disiplin nyapu, selalu ramah pada setiap orang, menyegerakan pelayanan bila ada tamu datang, tidak bicara sendiri saat ada pelayanan. Pokoknya ibu Iin baik dech, begitupun juga semua pegawai di kecamatan,” jelas Ria menjelaskan kebaikan Ibu Inniwati dan pegawai kecamatan yang lain.
“Kami banyak tahu cara melayani warga dengan berbagai dinamikanya. Dulu, ada warga datang bareng anaknya, aduh ribet, ibunya selalu marah marah pada anaknya. Kami belajar mengatasi situasi itu dengan membimbing dan berlaku seramah mungkin, dan berhasil” jelas Sofi, senyum manisnya tak pernah usai.
Itulah beberapa hal kesan dan pesan yang dirasakan dan disampaikan dua gadis cantik ini selama PKL di kantor kecamatan Pragaan.
“Selanjutnya kami akan balik lagi belajar di sekolah. Bekal pengalaman kerja di kecamatan ini akan kami tularkan ke rekan sekolah dan kami bawa ke masyarakat. Doakan ya,” kata Sofi meminta doa. (Zbr/Hb).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.