Waspadai Cuaca Ekstrem, Kec Pragaan Ikuti Rakor Edukasi Budaya Sadar Bencana DPMD Sumenep

oleh -20 Dilihat

KIMKARYAMAKMUR.COM, PRAGAAN – Hari ini Rabu (08/11/2023) kecamatan Pragaan melalui zoom meeting mengikuti Rapat Koordinasi Edukasi Budaya Sadar Bencana Alam di Kabupaten Sumenep yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep. Hadir juga Badan Penanggulangan Daerah Kabupaten Sumenep serta Tenaga Ahli Pendamping Desa Tingkat Kabupaten. Sementara melalui zoom meeting semua ASN Kecamatan dan juga Pemerintah Desa di Kecamatan Pragaan mengikuti kegiatan rapat koordinasi dari tempat masing masing.

Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf dalam arahannya mengatakan bahwa kita harus mewaspadai berbagai potensi bencana yang mungkin timbul sebab cuaca ekstrem. 

“Cuaca kita bisa saja ekstrem. Untuk antisipasi itu perlu koordinasi lintas sektor baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa,” katanya.

Dia menyebutkan bahwa Pemkab Sumenep telah menyediakan call center 112 untuk tanggap kedaruratan. Kecamatan juga diharapkan bisa menjadi pusat koordinasi lintas sektor, mengingat kewilayahan di kabupaten Sumenep ini macam macam, ada warga yang tinggal di kepulauan dan daratan, semua perlu antisipasi. Disamping itu disadari bahwa setiap desa juga punya karakteristik iklim yang kadang beda dan memerlukan penanganan khusus. 

“Mungkin desa bisa menyiapkan kebijakan anggaran melalui dana desa. Karena perioritas Dana Desa Tahun 2024 juga bisa digunakan untuk mitigasi bencana,” tuturnya. 

Dia juga mengungkapkan untuk desa di pesisir Pemkab telah meluncurkan aplikasi Si Kapal, gunanya agar para nelayan memiliki antisipasi kecelakaan atau informasi iklim sebelum melaut. Aplikasi dan berbagai upaya dan tim penanggulangan bencana nantinya akan sinergi dengan semua stakeholder yang ada di kecamatan dan desa.

Inovasi Kecamatan Pragaan

Pak Anwar sebutan akrab Kadis DPMD ini juga menyebut di desa ada daerah yang rawan longsor, sehingga perlu mitigasi daerah rawan pohon tumbang, banjir dan lain lain. Atau daerah yang rawan angin puting beliung, kita perlu tahu bagaimana kecepatan menangani dan bagaimana penanganan pasca bencana. 

“Melalui forum rakor ini, kami juga berharap ada masukan dari Camat dan Kepala Desa untuk antisipasi dan penanganan bencana dengan baik dan tepat.” Ungkapnya. (Zbr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.