Pengeboran Swadaya Masyarakat, Warga Galis Aeng Panas Usaha Penuhi Kebutuhan Air Bersih

oleh -8 Dilihat
Pengeboran di Dusun Galis Desa Aeng Panas

Aeng Panas – Tak dapat dipungkiri, hampir semua aktivitas manusia membutuhkan air. Mandi, cuci, wuduk, menanak semua butuh air. kebutuhannya adalah sebuah kemutlakan. Air juga hak hidup setiap orang yang dilindungi undang-undang yang harus dipenuhi.

Kesadaran pemenuhan air itulah yang telah mendorong warga Galis Desa Aeng Panas Kecamatan Pragaan berswadaya antar tetangga melakukan pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi mereka.

Ainul Faiz salah satu putra tokoh di Dusun Galis menuturkan bahwa bila musim kemarau air sulit didapat. Sumber mata air yang ada kadang kecil dan tak mampu memenuhi kebutuhan warga, sehingga memerlukan pengeboran dengan swadaya.

“Ini sumbangan tokoh dan warga mengebor sendiri, Air yang ada tak cukup. Dengan pengeboran swadaya bukti kegotongroyongan masyarakat menguat”, tuturnya singkat.

Sementara itu tokoh lainnya Ust. Zubairi Karim mengaku senang keterlibatan warga untuk memenuhi kebutuhan air mereka sendiri.

“Kemandirian warga dibutuhkan, jangan selalu tergantung pada Pemerintah. Warga makin mandiri makin kuat”, paparnya disela-sela pengeboran yang masih berlangsung 1 hari, Sabtu (29/02/2020).

Menurut santri Annuqayah ini, Air bersih adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Air begitu penting bagi kehidupan, karena air merupakan salah satu prasyarat untuk mengukur kualitas hidup manusia.

Inovasi Kecamatan Pragaan

Beliau katakan bahwa penyediaan air bersih bagi masyarakat dijamin dalam Pasal 33 UUD 1945 ayat (3) yang berbunyi “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Namun demikian, tambahnya, tidak baik selalu bergantung pada negara. Masyarakat juga kekuatan yang nyata.

Sebelum pengeboran, titik sumur dicari terlebih dulu dengan menggunakan cara konvensional yaitu menggunakan metode spritual Buah Kelapa berdiri.

“Pawang air mencari titik air, bila ada sumber, maka buah kelapa ditangannya dengan sendirinya bangun berdiri tegak”, ujarnya menjelaskan proses pencarian titik air.

Setelah titik pengeboran ditemukan, bor mesin disiapkan. Untuk sumur bor di Desa Aeng Panas ini digunakan bor konvensional yang sudah teruji, yang didatangkan dari Pakong Pamekasan. Total waktu pengeboran tergantung didapatnya air pada titik pengeboran. (Zbr).

Editor : Badrul/KIM-KMAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.