KUMPULAN RANTING NU PAKAMBAN LAOK AJARKAN KITAB AL-MUKTATHAFAT KARYA K. MARZUQI MUSTAMAR

oleh -27 Dilihat
Kompolan Ranting NU Pakamban Laok di Kediaman K. Warits Anwar

Pakamban Laok – Kitab karya Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar al- Muktathafat Liahli al-bidayat diajarkan setiap setengah bulan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pakamban Laok Kec Pragaan Kab Sumenep.

Kegiatan kumpulan ranting NU ini dilaksankan setiap setengah bulan sekali yaitu setiap hari Jumat siang, tempatnya bergantian dari satu rumah ke rumah anggota lainnya. Seperti siang ini Jumat (14/02/2020) ditempatkan di rumah Rais Syuriyah ranting K. Warits Anwar.

K. Warits Anwar mengatakan bahwa pilihan pada kitab ini dilakukan sebagai bahan ajar karena kitab ini banyak mengulas dalil dalil amaliyah NU. Era keterbukaan informasi hari ini mengharuskan warga NU untuk menghadirkan hujjah pada setiap amalan yang dilakukan.

“Nyaris setiap amalan warga NU mengandung hujjah. Karena tantangan era digital terutama dengan kelompok kanan hujjah itu hari ini harus dihadirkan, agar kita makin yakin dan tak mudah dibid’ahkan”, kata beliau mengawali penjelasan isi kitab.

Menurut beliau juga jargon kembali kepada al-Quran dan hadits oleh sekelompok minoritas bukan tanpa tujuan, melainkan memiliki implikasi agar warga NU menjauhi ulama, karena Ijma’ dan Qiyas yang dijadikan sumber rujukan NU itu akal kolektif dan sporadis ulama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.

“Jadi kita jangan mudah tertipu propaganda mereka. Caranya kitab al Muktathafat ini kita kuasai”, ujar beliau meyakinkan.

Sementara itu Wakil Ketua MWC NU Pragaan Ust Zubairi Karim yang hadir dalam kegiatan dimaksud menghimbau jamaah agar ikut mensukseskan Koin Muktamar PBNU yang akan dikirab ke madrasah dan pesantren se Kec Pragaan.

Inovasi Kecamatan Pragaan

“Koin Muktamar itu cara NU untuk membangun kemandirian jam’iyah. Agar NU tidak tergantung dengan kekuatan di luar NU, melainkan tetap percaya dengan kekuatan sendiri. Kita ini meriam bukan gelugu”, ujar beliau mengulas panjang tantangan NU kekinian. Zbr.

Editor : Badrul/KIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.